Tugas 8 Dampak Perkembangan TI
Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri (bagaikan nomor telepon) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.
Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.
Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.
DAMPAK POSITIF
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
DAMPAK NEGATIF
1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4. Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
a. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
b. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
c. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
sumber : www.whandi.net
Minggu, 17 Januari 2010
tugas ti.7
Bismillahhirrohmanirrohim.
Dengan memanjatkan do'a dan puji syukur kehadirat Allah SWT serta sholawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Pengantar Teknologi Informasi dengan judul Perkembangan Komputer.
Adapun penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini.
Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Direktur Utama Politeknik Universitas Andalas.
2. Ketua Jurusan Teknologi yang telah memberikan tugas untuk pembuatan makalah ini.
3. Rekan se-angkatan yang membantu dan mendorong serta memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat terselesaikan.
4. Semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, serta telah memberikan semangat dalam membantu menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan
peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan
infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage),
dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006: 174). Perkembangan TI tidak hanya
mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan,
pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain.
Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi.
Perkembangan akuntansi akibat kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu
era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Peranan TI terhadapperkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda. Semakin maju TI
semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak
signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan.
Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami
perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian
intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan juga akan terpengaruh.
Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu
bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai
objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan
software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer.
Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan
TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan
perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini
dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang
SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur
posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Tulisan ini membahas mengenai pengaruh kemajuan teknologi informasi pada
perkembangan akuntansi dan membahas lebih lanjut perkembangan SIA danperkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda. Semakin maju TI
semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak
signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan.
Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami
perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian
intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan juga akan terpengaruh.
Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu
bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai
objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan
software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer.
Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan
TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan
perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini
dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang
SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur
posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Tulisan ini membahas mengenai pengaruh kemajuan teknologi informasi pada
perkembangan akuntansi dan membahas lebih lanjut perkembangan SIA danperkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda. Semakin maju TI
semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak
signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan.
Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami
perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian
intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan juga akan terpengaruh.
Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu
bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai
objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan
software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer.
Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan
TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan
perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini
dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang
SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur
posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Tulisan ini membahas mengenai pengaruh kemajuan teknologi informasi pada
perkembangan akuntansi dan membahas lebih lanjut perkembangan SIA dan
II.Tujuan
1. Untuk mengetahui perkembangan teknologi dari pertama ditemukan sampai sekarang.
2. Meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi informasi khususnya computer.
3. Untuk mengetahui jenis jenis computer yang lebih canggih dan memiliki mutu yang lebih tinggi agar dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien.
4. Memajukan daya pikir manusia agar menciptakan pola pikir inovatif dan kreatif.
5. Agar manusia mampu untuk menghasilkan computer yang lebih canggih dari yang telah pernah ada.
6. Agar masyarakat Indonesia tidak ketinggalan dari negara yang lebih berkembang pada saat sekarang.
7. Dengan mengetahui perkembangan computer, maka masyarakat Indonesia telah mampu untuk berkompetitif secara sehat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermutu.
8. Untuk mengetahui sesuatu hal atau objek yang dahulunya tidak diketahui dan dengan adanya computer maka hal tersebut dapat diketahui.
BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan
yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar
kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri,
dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang
berjudul The Third Wave (Robert, 1992).
Tonggak sejarah akuntansi dimulai sejak tahun 1494, yaitu ketika Luca
Pacioli memperkenalkan sistem doble entry book keeping. Akan tetapi, praktik
akuntansi sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum itu. Alvin Toffler dalam
bukunya The Third Wave menyatakan bahwa pada tahun 8000 SM yang dinyatakan
sebagai masa bercocok tanam orang sudah mengenal teknologi, informasi, dan
akuntansi.
Pada masa bercocok tanam paradigma terhadap penciptaan kemakmuran
dilakukan dengan mengeksploitasi alam. Orang belum mengenal teknik untuk
mengubah bahan baku menjadi produk. Teknologi pada masa itu masih bersifat fisik
sehingga teknologi informasi masih tertulis dan dikembangkan untuk membuat
catatan akuntansi. Pada masa itu teknologi akuntansi masih sangat sederhana. Karena
lingkungan masih sangat statis dan dapat diprediksi dengan mudah, maka sistem
single entry book keeping sudah dianggap cukup. Dengan sistem ini orang hanya
memerlukan informasi mengenai berapa aset dan utangnya pada suatu saat tertentu.
Orang belum berpikir mengenai berapa perubahan kekayaannya dan apa penyebab
perubahan tersebut.
Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era
industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak
ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai
diganti dengan mesin. Kantong-kantong industri mulai bermunculan dan pertukaran
dengan uang semakin berkembang.
Pada masa ini teknologi akuntansi dengan single entry book keeping sudah
tidak memadai dalam penyediaan informasi akuntansi. Orang mulai memerlukan
informasi mengenai berapa pendapatan yang diperolehnya selama suatu periode
tertentu dan berapa perubahan kekayaan yang dimiliki. Pada era ini sistem doble
entry book keeping mulai diperkenalkan oleh Luca Pacioli meskipun bukan diapenemu sistem ini. Karena kebutuhan manusia akan informasi semakin kompleks,
maka sistem doble entry book keeping mengalami perkembangan. Mulai dari teknik
pembukuan sampai dengan metode akuntansi yang kompleks seperti akuntansi untuk
inflasi, dana pensiun, leasing, dan lain-lain (Belkaoui, 2000). Pada masa ini sistem
informasi akuntansi di dalam upaya untuk menyediakan informasi, baik kepada pihak
ekstern maupun intern masih dilakukan secara manual hanya dengan bantuan mesin
hitung ataupun kalkultor.
Era informasi dimulai dengan ditemukannya komputer pada tahun 1955. Pada
era ini teknologi informasi sudah menggunakan komputer dan pemrosesan informasi
menjadi lebih cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah,
dan tidak banyak memakan tempat dan waktu.
Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI
adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama
dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk
menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang
dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas.
Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan
Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki
bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur
tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar
pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network.
Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit
merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk
akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini
terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA
berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing
akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses
audit.
Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit
sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing
through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). 8
Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan sistem
informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri,
pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam komputer
dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut.
Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output
menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka
operasi pemrosesan transaksi dianggap benar.
Ketika organisasi memperluas penggunaan TI mereka pengendalian internal
sering ditanamkan di dalam aplikasi yang hanya terlihat dalam format elektronik.
Ketika dokumen sumber yang tradisional, seperti faktur, pesanan pembelian, arsip
penagihan, dan arsip akuntansi, seperti jurnal penjualan, daftar persediaan, dan lainlain
hanya dalam format elektronik auditor harus mengubah pendekatan audit.
Pendekatan ini sering disebut dengan auditing through the computer. Ada tiga
kategori pengujian dari pengujian strategi ketika mengaudit melalui komputer, yaitu
pendekatan data ujian, simulasi pararel, dan pendekatan modul audit tertanam.
Pada auditing with computer untuk membantu pelaksanaan keseluruhan
program pengauditan digunakan mikro komputer. Auditing with computer
dimaksudkan untuk melakukan otomatisasi terhadap proses pengauditan. Mikro
komputer akan mentransformasi beberapa fungsi audit. Auditing with computer
menggunakan software untuk melaksanakan pengujian terhadap pengendalian intern
organisasi klien (termasuk compliance test) dan pengujian substantif terhadap catatan
dan file klien.
Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa auditing with computer mengarah
pada penerapan expert system di dunia pengauditan. Expert system adalah program
komputer yang berciri intensif-pengetahuan yang menangkap keahlian manusia
dalam wilayah pengetahuan yang terbatas. Pada expert system pengetahuan manusia
dimodelkan atau direpresentasikan dalam satu cara yang bisa diproses oleh
komputer. Kondisi-kondisi dalam penyusunan laporan keuangan dieksekusi dalam
konstruksi IF-THEN. Jika kondisi adalah benar (true), maka suatu tindakan
dilakukan.
Standar profesional akuntan publik menyatakan bahwa pekerjaan audit harus
dilakukan oleh seorang auditor atau lebih, yang memiliki keahlian dan pelatihan
teknis yang cukup sebagai seorang auditor. Namun, untuk keperluan EDP audit,
maka auditor yang bersangkutan selain memiliki keahlian audit dan akuntansi juga
harus memiliki keahlian komputer. Lebih-lebih jika auditor akan melakukan audit
yang through dan within the computer.
3.2 Peluang bagi Akuntan
Secara teoretis seorang auditor tidak boleh mendelegasikan tanggung jawab
dalam merumuskan simpulan dan pernyataan opininya kepada pihak lain. Dalam
praktiknya di tengah perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat,
maka sulit bagi seorang auditor selain menekuni profesi utamanya di bidang
audit dan akuntansi juga sigap untuk mengikuti perkembangan teknologi dan
ilmu komputer.
Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi
dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan
baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi. Namun, pada akhirnya
terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologi
informasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi
profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah
merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware,
sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan
keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan
diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan
penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur
pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas
kompetensi yang dimiliki.
Jasa konsultan sistem informasi berbasis komputer memiliki dua
komponen utama, yaitu komponen teknologi yang meliputi hardware, sofware,
teknologi komunikasi dan komponen jasa advise bisnis yang berkaitan dengan
analisis pengaruh kompetitif sistem informasi dan pengembangan strategi bisnis
yang efektif. Walaupun akuntan pada umumnya kurang memiliki kemampuan
teknologi komputer, tetapi akuntan mempunyai kualifikasi lebih pada komponen
jasa konsultasi bisnis.
Akuntan yang telah memiliki pengetahuan dasar tentang sistem informasi
berbasis komputer akan mampu memberikan jasa konsultasi pada berbagai area
yang meliputi perkembangan ekspektasi bisnis yang realistis, pemilihan ahli
komputer yang kompeten atau ISP, dan pencegahan pemborosan biaya teknologi
yang kompleks.
2. Computer Information System Auditor (CISA)
Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka
auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi
suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus,
seperti pemahaman mengenai hardware, software, database, teknologi
pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer
(Computer Oriented Controll) dan teknik pengauditan
3. Segel Web trust
Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh
terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan
dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American
Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan
Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha
membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet.
Dilihat dari makin majunya perkembangan teknologi informasi,
khususnya yang berbasis internet maka masa depan web trust boleh dikatakan
cerah. Apalagi semakin tingginya tuntutan masyarakat pengguna internet yang
sangat menginginkan keamanan dan keandalan dalam bertransaksi. Walaupun
saat ini sudah banyak program yang menyediakan segel jaminan, tetapi web trust
mempunyai keunggulan yang bersifat internasional dan didukung oleh organisasi
profesi di beberapa negara. Di samping itu, juga dapat mengadopsi peraturan dan
ketentuan suatu negara untuk diterapkan dalam standar tertentu.
Akuntan publik yang dapat melakukan jasa web trust adalah akuntan
publik yang telah mendapat izin dari pihak yang berwenang. Akuntan yang
mendapat perikatan tersebut akan melakukan penilaian atas prinsip dan kriteria
web trust yang ditetapkan dalam web site tersebut. Jika seluruh proses telah
dijalani sesuai dengan prinsip dan kriteria web trust, maka perusahaan tersebut
dapat menampilkan segel web trust dalam tampilan web site-nya. Segel tersebut
merupakan simbol bahwa telah dilakukan penilaian terhadap suatu web site oleh
akuntan publik dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified) atas
penerapan standar, prinsip, dan kriteria yang sesuai dengan prinsip dan kriteria
web trust. Ketika akuntan publik selesai melakukan penilaian dan memberikan
pendapatnya mereka harus mengerti akan tanggung jawab yang menyertainya
jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tanggung jawab auditor dalam mengaudit web trust secara umum sama
dengan audit atas laporan keuangan, perbedaannya terletak pada cakupannya.
Walaupun bentuknya berbeda tetapi konsep-konsep yang digunakan dalam audit
web trust sama dengan audit laporan keuangan.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Kemajuan teknologi mempengaruhi perkembangan akuntansi. Peranan TI
terhadap perkembangan akuntansi pada setiap babak berbeda-beda. Semakin maju
TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi.
Kemajuan TI mempengaruhi perkembangan SIA dalam hal pemrosesan data,
pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan
keuangan. Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang
menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka
praktik pengauditan akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi
perkembangan proses audit. Kemajuan audit software memfasilitasi pendekatan audit
berbasis komputer.
Kemajuan teknologi informasi memberikan peluang baru bagi profesi
akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah konsultan sistem
informasi berbasis komputer, CISA, dan web trust audit.
DAFTAR PUSTAKA
http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/naniek%20noviari%281%29.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar